Minggu, 20 Oktober 2019

Analisis telepon

TELEPON


Di zaman sekarang banyak model telepon yang canggih. Namun,tidak hanya canggih namun juga 
dilengkapi dengan design yang mewah juga elegan.Dengan berbagai memori RAM yang besar dan resolusi kamera yang memanjakan penggunanya dengan potretan super bening.Namun sudahkan kalian tau sejarah telepon?
Disini saya akan sedikit membahasnya. 




Telepon merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan suara (terutama pesan yang berbentuk percakapan). Kebanyakan telepon beroperasi dengan menggunakan transmisi sinyal listrik dalam jaringan telepon sehingga memungkinkan pengguna telepon untuk berkomunikasi dengan pengguna lainnya.

Sejarah telepon

1.Perkembangan awal telepon 1871, Antonio Meucci mematenkan penemuannya yang disebut sound Telegraph. Penemuannya ini memungkinkan adanya komunikasi dalam bentuk suara antara dua orang dengan menggunakan perantara kabel.
2.1875, perusahaan telekomunikasi The Bell mendapatkan hak paten atas penemuan Meucci yang disebut transmitters and Receivers for Electric Telegraphs. Sistem ini menggunakan getaran multiple baja untuk memberikan jeda pada sirkuit.
3.1876, perusahaan Bell mematenkan Improvement in Telegraphy. Sistem ini memberikan metode untuk mentransmisikan suara secara telegraf.
4.1877, The Charles Williams Shop merupakan tempat di mana telepon pertama kali dibuat dengan pengawasan Watson, yang selanjutnya menjadi departemen riset dan pengembangan dari perusahaan telekomunikasi tersebut. Alexander Graham Bell terus memantau produktivitas perusahaan tersebut sehingga pada akhir tahun sebanyak tiga ratus telepon dapat digunakan. Perusahaan Bell juga dtelah mematenkan telepon electro-magnetic yang menggunakan magnet permanen, diafragma besi, dan dering panggilan.
5.1878, papan pengganti secara manual ditemukan sehingga memungkinkan banyak telepon terhubung melalui sebuah saluran pertukaran di bawah kepemimpinan Theodore N. Vail, perusahaan Bell mempunyai 10.000 telepon yang dapat digunakan.
6.1880, sirkuit metalic pertama dipasang. Sirkuit ini merupakan perbaharuan dari sirkuit one-wire menjadi two-wire. Perbaharuan ini membantu mengurangi gangguan yang seringkali dirasakan dengan penggunaan jalur one-wire.
7.1891, telepon dengan nomor dial pertama kali digunakan. Telepon akan bekerja secara otomatis menghubungkan penelepon ke operator dengan cara menekan nomor dial berdasarkan instruksi. 8.1915, telepon dengan sistem wireless pertama kali digunakan. Sistem ini memudahkan pengguna telepon untuk saling berhubungan lintas negara.


Cara Kerja Jaringan Telepon Kabel

Telepon kabel menggunakan sistem wirteline, sehingga membutuhkan kabel agar dapat berfungsi, cara kerja telepon kabel antara lain yaitu:
  • Suara dari pengirim diterima oleh alat yang disenut microphone.
  • Microphone mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik kemudian disalurkan oleh perangkat telepon.
  • Sinyal tersebut disalurkan melalui kabel ke pusat telekomunikasi.
  • Dari pusat telekomunikasi sinyal tersebut diteruskan kepada penerima.
  • Setelah sampai ke penerima, maka sinyal tersebut diubah lagi menjadi gelombang suara oleh alat yang disebut speaker.
Telepon bekerja dengan cara mengirimkan gelombang suara melalui arus listrik dalam jaringan telepon sehingga kita bisa berkomunikasi dengan pengguna telepon lainnya. Penerima telepon akan menangkap getaran elektrik suara kita sebagaimana suara yang didengarnya.

Jenis-Jenis Telepon

Ditinjau dari peletakannya ada macam-macam telepon yang digunakan pada suatau organisasi antara lain sebagai berikut:
  • Telepon meja “tablephone” yakni telepon yang diletakkan diatas meja.
  • Telepon dinding “wallphone” yakni telepon yang diletakkan pada dinding.
  • Telepon mobil, kapal, atau pesawat.
Sedangkan dari segi kapasitas atau kemampuan peralatan yang digunakan pesawat telepon, macamnya ialah sebagai berikut:
  • Satu jalur telepon “single line telephone” bisa dengan sistem tuts atau putarangka, jenis telepon ini banyak digunakan oleh masyarakat yang memiliki faislitas telepon di rumah.
  • Telepon dengan banyak tuts “multi button telephone” melalui pesawat ini hubungan telepon masuk dapat diatur penyampaiannya kepada orang yang dipanggil, jenis telepon ini banyak digunakan pada organisasi-organisasi.
  • Sistem hunting yakni satu nomor telepon dapat digunakan secara serentak untuk beberapa saluran.
  • Telepon dengan pengeras suara “loudspeaking telephone” yakni telepon yang tidak perlu dipegang sewaktu berbicara.
  • Telepon IP lewat internet merupakan telepon teknologi baru yang menggunakan protokol internet dalam pengoperasiannya. Telepon IP ini dapat digunakan untuk memindahkan hubungan untuk mengganti suara, mengirim fax, paket video dan bentuk penyapaian informasi lainnya yang telah digunakan pada sistem telepon terdahulu, telepon IP menggunakan koneksi internet untuk mengirimkan data.

Keuntungan Dan Kekurangan Telepon

Adapun keuntungan dan kerugian telepon yang diantaranya yaitu:

Keuntungan Telepon

  • Bisa berkomunikasi jarak jauh dengan teman atau orang yang kita kenal hanya dengan mengetahui nomor telepon orang yang kita ingin hubungi.
  • Bisa berkomunikasi jarak jauh maupun dekat secara cepat dalam waktu singkat.
  • Biaya penggunaannya murah.
  • Dapat digunakan setiap saat.

Kekurangan Telepon

  • Suka digunakan untuk menipu orang lain.
  • Tidak dapat mengirim barang.
  • Tidak dapat dibawa kemana-mana.

Sejarah Telepon Dari Masa ke Masa

1. Bell Telephone (1876)
Telepon ini pertama kali dibuat oleh Alexander Graham Bell di mana saat sedang itu dipamerkan di Pameran Centennial di Philadelphia. 

Produk ini merupakan percobaan laboratorium. Jarum transmisi dan asam sulfat menghasilkan getaran suara ke penerima gelombang elektromagnetik.

2. Telepon di Abad 19 (1890)Bentuk telepon mulai berubah menjadi demikian, dan turut menjadi penanda berkembangnya teknologi di abad ke -19. 
Pada telepon sebelumnya mendengar dan berbicara dilakukan di perangkat yang sama, sedangkan pada telepon ini, penelepon harus menggunakan perangkat yang berbeda.

3. Western Electric 302 (1937)Operator Amerika Serikat (AS), AT&T mengeluarkan model telepon dengan model rotary dial dan gagang telepon tersambung kabel. Lewat telepon ini, AT&T memonopoli sistem telepon di negaranya. Telepon ini dirancang dibuat oleh desainer terkenal Henry Dreyfuss. 
4. The Trimline (1965)Ini adalah model terakhir yang dikeluarkan AT&T. Pada rancangan ini, tombol nomor disematkan langsung ke telepon tersebut. Sebelumnya, telepon biasanya diletakkan di dapur karena memiliki kabel panjang. 
Perubahan signifikan ini terjadi karena penambahan tombol bintang (*), tagar (#), dan tombol dial untuk pengulangan telepon ke nomor sama. Selain itu, tombol angka juga bertambah menjadi 12 digit.

5. Cordless Phones (1980)Tahun 1980 menjadi era berakhirnya telepon dengan kabel. Di tahun tersebut, telepon tanpa kabel mulai populer.
6. The Motorola DynaTAC (1983)Jika Anda lihat, telepon buatan Motorola ini tidak memiliki kabel, dan hanya memiliki antena. Bodinya juga bongsor. Namun, di masa itu, ponsel ini justru sering muncul di berbagi iklan hingga film Wall Street tahun 1987. 
Ponsel ini dirancang oleh Rudy Krolopp dan dipasarkan pada 1984 seharga US$ 4.000.

7. Motorola StarTAC (1996)

Satu dekade setelahnya, Motorola merilis kembali merilis telepon, yakni StarTAC. Bedanya, telepon ini merupakan telepon genggam yang dapat digunakan secara mobile, dan memiliki layar. 

8. SmartphoneDalam perjalanannya hingga abad ke-21, telepon mengalami perubahan sangat signifikan jika dibandingkan pada saat telepon pertama kali ditemukan. 

Telepon di era modern bertranformasi menjadi sebuah perangkat pintar yang dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, yakni smartphone.
Smartphone tak lagi memiliki tombol fisik, hanya layar sentuh yang dilengkapi dengan tombol virtual. Untuk berkomunikasti pun, orang-orang tak hanya bisa menelepon dan berkirim pesan, tetapi lewat internet.

sumber dari;

Kamis, 08 Agustus 2019

Konfigurasi VLAN mikrotik

A. Implementasi VLAN Pada Mikrotik

topologi vlan


B. Tahap Konfigurasi


Konfigurasi pada router utama atau router 1 
     1. Pertama, kita akan membuat interface VLan di router utama (R1), dengan pilih menu Interface -> VLAN -> Add [+].


  2. Kemudian kita definisikan VLAN-ID=10 dan VLAN-ID=20 di interface ether4.



3. Cek apakah VLAN sudah ada pada interface


4. Setelah Itu Buat IP Address Untuk Masing-Masing VLAN Masuk Ke IP > Address > Add (+) .


Selanjutnya kita tambahkan IP Address pada masing-masing VLan. Untuk VLan10 kita isikan dengan20.20.20.0/24 dan VLan20 kita isikan dengan 172.16.1.1/24


5. Setelah itu konfigurasi DHCP-CLIENT Caranya masuk ke IP > DHCP-CLIENT > add (+) 


pilih interface = ether1 (internet) lalu apply dan ok sampai muncul status bound dibawah



6. Selanjutnya kita tambahkan DHCP Server di masing-masing interface VLan tersebut untuk distribusi IP Address ke Client secara Otomatis. Masuk Ke IP > DHCP Server > DHCP Setup .



Catatan : Next terus sampai muncul successfully

7. Setelah itu setting NAT agar client dapat mengakses internet Masuk Ke IP > Firewall > NAT > Add (+) Chain=srcnat out-interface=ether1 action = masquerade



Konfigurasi pada router mode switch atau router 2

Sekarang kita akan melakukan konfigurasi disisi switch-chip (R2).


9.  Pertama, setting ether2 dan ether3 pada menu interface dengan master port ether1. 



10. Lalu Kita setting VLan pada routerbord yang dijadikan switch dengan memilih menu Switch -> Port, pilih ether1 karena interface ether1 akan digunakan sebagai trunk, isikan VLaN Mode=secure dan VLaN Header=add if missing.


11. Setting ether2 dan ether3 denganVLAN Mode = secure dan VLAN Header = always-strip. Jangan lupa isikan VLAN-ID pada kedua port tersebut. Disini VLAN-ID 10 akan didistribusikan melalui ether2 switch-chip dan VLAN-ID 20 akan didistribusikan melalui ether3 switch-chip.


12. Terakhir, kita akan melakukan pemetaan VLAN Table dengan memilih menu Switch -> VLAN. 


tambahkan VLAN table dengan VLAN-ID 10, masukkan port yang berhubungan dengan ether1 dan ether2. Tambahkan pula VLAN-ID 20 dan masukkan port yang berhubungan dengan ether1 dan ether3.



C. Tahap Pengujian

1. Pertama Coba Colokan Laptop-Client Ke ether2 (Router2) Pastikan Mendapatkan IP dan Koneksi Internet


2. Kedua Colokan Laptop-Client Ke Ether3 (Router2) Pastikan Mendapatkan IP dan Koneksi Internet


3. Lalu cek pada table dhcp server masuk ke tab leases maka akan muncul IP Address yang digunakan oleh client vlan 10 dan 20

Senin, 05 Agustus 2019

konfigurasi wireless dgn cisco paket tracker

Cara Menyambungkan 2 PC, 2 Laptop, 1 Switch , dan 1 AP


 kali ini saya akan membuat tutorial konfigurasi wireless dgn CPT
perhatikan langkah langkah berikut:
1.      Buka Aplikasi Cisco Pcket tracer.
2.      Buatlah susunan bagan seperti pada gambar berikut ini. Gunakan kabel straight untuk menyambungkan semuanya.



3.      Ganti Hardware pada physical Laptop dengan WPC300M. Pastikan dalam keadaan laptop mati.
4.      Hidupkan kembali laptop dan setting laptopnya dengan cara
·         Masuk GUI address dan ganti ip address menjadi 192.168.1.1
·         Ubah subnet masknya menjadi 255.255.255.192
·         Save pengaturan tersebut
5.      Setting ip address laptop dan pc dengan cara
·         Klik ikon laptop kemudian masuk ke menu “ip configuration”
·         Klik pada DHCP
·         Maka IP Address akan terisi secara otomatis
6.      Lakukan langkah tersebut pada semua PC dan Laptop
7.      Coba Ping PC dan Laptopnya dengan cara
·         Klik ikon PC
·         Buka menu command prompt
·         Tuliskan Ping 192.168.1.0
8.      Jika semua bias reply, maka telah berhasil.

Selasa, 23 Juli 2019

Pengertian OSI Layer (Model OSI)

Open System Interconnection atau biasa disingkat OSI adalah sebuah model referensi dalam bentuk kerangka konseptual yang mendefinisikan standar koneksi untuk sebuah komputer.
Tujuan dibuatnya model referensi OSI ini adalah agar menjadi rujukan untuk para vendor dan developer sehingga produk atau software yang mereka buat dapat bersifat interporate, yang berarti dapat bekerja sama dengan sistem atau produk lainnya tanpa harus melakukan upaya khusus dari si pengguna.

Ketujuh Layer pada Model OSI

Pengertian OSI layer adalah
Pada prosesnya model OSI dibagi menjadi tujuh layer yang mana tiap layer tersebut memiliki peran yang saling terkait antara layer diatas dengan layer yang dibawahnya. Berikut ini penjelasan mengenai tujuh layer OSI.

1. Physical Layer

Physical layer merupakan layer pertama atau yang terendah dari model OSI. Layer ini bertanggung jawab untuk mentransmisikan bit data digital dari physical layer perangkat pengirim (sumber) menuju ke physical layer perangkat penerima (tujuan) melalui media komunikasi jaringan.
Pada physical layer data ditransmisikan menggunakan jenis sinyal yang didukung oleh media fisik, seperti tegangan listrik, kabel, frekuensi radio atau infrared maupun cahaya biasa.

2. Data Link Layer

Data link layer bertanggung jawab untuk memeriksa kesalahan yang mungkin terjadi pada saat proses transmisi data dan juga membungkus bit kedalam bentuk data frame. Data link layer juga mengelola skema pengalamatan fisik seperti alamat MAC pada suatu jaringan. Data link layer merupakan salah satu layer OSI yang cukup kompleks, oleh karena itu layer ini kemudian dibagi lagi menjadi dua sublayer, yaitu layer Media Access Control (MAC) dan Layer Logical Link Control (LLC).
Layer Media Access Control (MAC) bertanggung jawab untuk mengendalikan bagaimana sebuah perangkat pada suatu jaringan memperoleh akses ke medium dan izin untuk melakukan transmisi data. Layer Logical Link Control (LLC) bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan membungkus protokol network layer dan mengontrol pemeriksaan kesalahan dan juga melakukan sinkronisasi pada frame.

3. Network Layer

Network layer bertanggung jawab untuk menetapkan jalur yang akan digunakan untuk melakukan transfer data antar perangkat di dalam suatu jaringan. Router jaringan beroperasi pada layer ini, yang mana juga menjadi fungsi utama pada layer network dalam hal melakukan routing.
Routing memungkinkan paket dipindahkan antar komputer yang terhubung satu sama lain. Untuk mendukung proses routing ini, network layer menyimpan alamat logis seperti alamat IP untuk setiap perangkat pada jaringan. Layer Network juga mengelola pemetaan antara alamat logikal dan alamat fisik. Dalam jaringan IP, pemetaan ini dilakukan melalui Address Resolution Protocol (ARP).

4. Transport Layer

Transport layer bertanggung jawab untuk mengirimkan pesan antara dua atau lebih host didalam jaringan. Transport layer juga menangani pemecahan dan penggabungan pesan dan juga mengontrol kehandalan jalur koneksi yang diberikan. Protokol TCP merupakan contoh yang paling sering digunakan pada transport layer.

5. Session Layer

Session layer bertanggung jawab untuk mengendalikan sesi koneksi dialog seperti menetapkan, mengelola dan memutuskan koneksi antar komputer. Untuk dapat membentuk sebuah sesi komunikasi, session layer menggunakan sirkuit virtual yang dibuat oleh transport layer.

6. Presentation Layer

Presentation layer bertanggung jawab untuk mendefinisikan sintaks yang digunakan host jaringan untuk berkomunikasi. Presentation layer juga melakukan proses enkripsi/ dekripsi informasi atau data sehingga mampu digunakan pada lapisan aplikasi.

7. Application Layer

Application layer merupakan lapisan paling atas dari model OSI dan bertanggung jawab untuk menyediakan sebuah interface antara protokol jaringan dengan aplikasi yang ada pada komputer. Application layer menyediakan layanan yang dibutuhkan oleh aplikasi, seperti menyediakan sebuah interface untuk Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), telnet dan File Transfer Protocol (FTP). Pada bagian sinilah dimana aplikasi saling terkait dengan jaringan.

Cara Kerja OSI Layer

Proses berjalannya data dari suatu host ke host lain pada sebuah jaringan terbilang cukup panjang, semua data tersebut harus melalui setiap layer dari OSI untuk dapat sampai ke host tujuan. Contoh misalnya ketika anda akan mengirimkan sebuah email ke komputer lain pada sebuah jaringan komputer.
Proses yang terjadi pertama adalah pada application layer, yaitu menyediakan program aplikasi email yang akan digunakan untuk mengirim data ke komputer lain melalui jaringan. Pada presentation layer email tersebut kemudian dikonversi menjadi sebuah format jaringan. Kemudian pada session layer akan dibentuk sebuah sesi perjalanan data tersebut dari mulai dibentuk hingga selesainya proses pengiriman.
pengertian OSI layer - cara kerja OSI layer
Cara Kerja OSI Layer
Pada transport layer data tersebut dipecah menjadi bagian-bagian kecil lalu kemudian akan dikumpulkan kembali pada transport layer si penerima. Pada network layer akan dibuatkan sebuah alamat dan ditentukan jalan yang akan dilalui oleh data tersebut untuk dapat sampai ke tujuan. Pada data link layer data tersebut dibentuk menjadi sebuah frame dan alamat fisik dari perangkat pengirim dan penerima akan di tetapkan.
Kemudian pada layer terakhir physical layer mengirimkan data tersebut melalui sebuah medium jaringan, menuju ke lapisan transport si penerima. Lalu kemudian alur yang sama terjadi pada komputer tujuan namun dimulai dari layer paling bawah (physical layer) hingga ke layer paling atas (application layer).
Itulah penjelasan lengkap mengenai pengertian OSI layer dan bagaimana cara kerjanya. Memahami bagaimana layer OSI bekerja dapat meningkatkan pemahaman anda mengenai bagaimana suatu jaringan komputer bekerja dan protokol-protokol yang bekerja didalamnya